• Jam Buka Toko: 08.00 s/d 16.00 WIB
  • Status Order
  • SMS/WA: 082166440044
  • BBM : 56DBB83F
  • sitiaisah815@gmail.com
  • Layanan Online:
Terpopuler:

Cukup Menyusui Dua Tahun Saja!

30 November 2014 - Kategori Blog

Manfaat-Menyusui-Bayi-Bagi-IbuAktifitas menyusui adalah aktifitas yang sangat bermanfaat, baik untuk bunda maupun bayi. Menyusui berarti memberi ASI eklusif yang paling baik pada bayi. Seiring berjalannya usia, pemberian asi pun harus dihentikan. Tahukah bunda, jika pemberian asi lebih dari 2 tahun maka dapat merusak gigi pada bayi.

Sebuah studi terbaru menemukan, bayi yang disusui lebih dari dua tahun berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan pada gigi susu mereka. Semakin sering ibu menyusui anaknya yang berusia lebih dari 24 bulan, semakin tinggi risiko anak mengalami gigi berlubang dan gangguan pada rongga mulut.
Penulis utama Benjamin Chaffee dari University of California, San Francisco dan timnya melihat kemungkinan adanya hubungan menyusui dalam jangka panjang dengan kerusakan gigi serta rongga mulut pada 458 bayi di kota kecil Porto Alegre, Brasil.
Karena berlangsung lebih dari satu tahun, sebagian besar bayi sedang makan berbagai jenis cairan dan makanan padat selain ASI. Peneliti mengecek kondisi bayi saat berusia sekitar 6, 12, dan 38 bulan. Pada enam bulan, tim peneliti mengumpulkan data tentang jumlah botol ASI bayi yang diminum sehari sebelumnya dan setiap cairan lain, seperti jus .
Pada usia 12 bulan, orangtua melaporkan makanan yang diasup anak mereka dari 29 jenis makanan, termasuk buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, daging, permen, susu cokelat, kue, madu, minuman ringan atau biskuit manis.
Dua dokter gigi terlatih memeriksa kondisi gigi bayi pada setiap kunjungan.
Hasilnya, setengah dari anak minum susu formula pada usia 6 bulan. Namun, peneliti dalam jurnal Annals of Epidemiology mengatakan sangat sedikit anak yang tetap minum susu formula setelah satu tahun.
Para peneliti menemukan, sekitar 40 persen anak-anak ASI berusia 6-24 bulan mengalami kerusakan gigi. Bagi bayi yang minum ASI lebih dari 24 bulan, jumlahnya meningkat menjadi 48 persen.
Walaupun tidak menyebut menyusui menyebabkan karies, tim peneliti menyebut kemungkinan gula berlebihan berkontribusi pada kerusakan gigi. Dan risiko terbesar ada pada bayi yang diberi ASI paling lama.
Meskipun peserta studi berasal dari latar belakang miskin, Bowen menyatakan kebiasaan buruk terbentuk di setiap tingkat sosial ekonomi.
Meski begitu, membersihkan gigi bayi cenderung lebih mudah. Menggosok lembut gigi bayi dengan kain yang dibasahi dapat menghilangkan sisa makanan.
Kebiasaan bayi menyusu terus menerus sepanjang malam juga berisiko meningkatkan karies gigi. “Hal ini biasanya berarti sangat sedikit beredar air liur dalam mulut bayi, yang dapat meningkatkan risiko kerusakan,” katanya seperti dilansir Foxnews.
Asosiasi Dokter Gigi AS merekomendasikan kunjungan pertama ke dokter gigi selambat-lambatnya setelah ulang tahun pertama.

, ,